Selasa, 30 September 2014

Memberi sebelum Meminta

Aku meminta mereka agar datang tepat waktu
jika terlambat, aku kesal

tapi di sisi lain, aku pun pernah terlambat. baik sengaja menerlambatkan diri alias menunda datang dengan alasan "paling yg lain jg telat, jam indonesia emang ngaret, aku bukan orang yg terlalu penting di sana jadi tidak masalah kalau datang terlambat, dan banyak alasan lainnya",
maupun memang benar - benar ada hambatan sehingga tidak bisa tepat waktu, karena ada acara sebelumnya yang molor, atau macet di jalan, atau kecelakaan, dan banyak hal yang tidak terduga...

baiklah, tidak jadi kesal, introspeksi diri, ya. harus berusaha selalu berbenah dan melakukan yg terbaik

Apresiasi untuk kita semua yang bisa datang tepat waktu. sebuah perjuangan, yang kita tidak tahu, mungkin dia telah mengorbankan hal - hal penting hingga akhirnya dia datang tepat waktu.

Aku meminta mereka agar fokus memperhatikan aku ketika presentasi di depan kelas atau ketika aku mau sosialisasi sebuah acara kampus
Jika tidak, aku merasa tidak dihargai

tapi di sisi lain, aku pun pernah berada di posisi itu. Merasakan lelah, mengantuk, tidak fokus karena sedang memikirkan hal lain yang mendesak. Atau pernah juga merasa bosan karena presentasi kurang menarik atau materi yang diberikan tidak sesuai minat.  Rasanya ingin segera selesai, cepat pulang dan mengerjakan hal lain yang lebih penting bagiku.

Ya, aku sadar, apa yang aku sampaikan tidak selalu menjadi minat bagi yang lain, dan cara penyampaianku masih sangat jauh dari menarik. Di sini, aku belajar bagaimana agar ketika di depan sebisa mungkin menyampaikan dengan cara yang menarik agar teman juga menangkap apa yang aku sampaikan.
Aku juga sadar, betapa pentingnya menghargai, aku belajar bagaimana agar tetap stay, mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, melawan rasa malas dan bosan. Karena di sinilah seni mendengarkan.

Apresiasi untuk kita semua yang bisa bertahan untuk selalu menghargai, yang mungkin kita tidak tahu dia telah berkorban untuk melawan segenap rasa yang tidak mengenakkan dalam dirinya.

Pada akhirnya memang kita harus belajar memandang peristiwa, hal, atau apapun tidak hanya dari satu sudut pandang :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar