Kamis, 31 Maret 2016

IT’S OK TO BE SAD

“Sedih ? It’s Oke.” Marah ?  Orapopo”.  “Senang ? Boleh banget”
Salah satu hal yang disampaikan dalam Film Animasi yang berjudul Inside Out. Waow ! Pasti dalam benak kalian bertanya, “kok boleh? Kan emosi negative. Merugikan diri sendiri maupun orang lain” Eittss… tunggu dulu, ternyata emosi yang kita miliki, semuanya ada maksud lho. Nah dalam Animasi Inside Out ini mengajarkan kita beberapa hal sederhana  mengenai Emosi.
1.       Emosi merupakan energy pendorong manusia
Manusia bisa bergerak karena ada energy yang mendorong, dan energy pendorong itu adalah emosi kita. Contoh ketika kita sedih, kita tidak akan memiliki energy untuk melakukan suatu hal sekalipun itu adalah hobi kita. Ketika kita senang, kita akan bersemangat melakukan banyak hal sampai lelah tidak terasa.

2.       Emosi adalah pesan dari diri kita
Nah, ini dia pesan utama dari film. Bahwa setiap emosi yang kita miliki membawa pesan masing – masing yang bermanfaat lho. It’s ok to be sad sometimes. Bahkan emosi sedih pun tidak perlu disingkirkan dan dijauhi, dengan emosi sedih, kita bisa menangis dan itu akan membuat kita lebih tenang, serta memberikan tanda atau sinyal kepada orang lain bahwa kita sedang membutuhkan pertolongan. Marah, marah itu perlu karena marah menyampaikan suatu pesan bahwa hal itu seharusnya tidak terjadi alias kita berhak mendapat keadilan. Namun, cara marah pun harus konstruktif, tepat dan di saat yang tepat agar tidak merusak lingkungan. ‘Takut’ membuat kita waspada dan melakukan persiapan cukup untuk kita dalam kondisi aman. ‘Jijik’ membantu kita untuk menjauhi hal yang dapat meracuni kita. Semua emosi membawa pesan masing – masing.


Kita perlu menyadari emosi yang sedang kita rasakan, kitalah yang punya control. Boleh mengekspresikan emosi, tapi ekspresikan secara konstruktif yaa…

3.       Dengan mengenal emosi, kita belajar Empati
Menyadari emosi yang sedang terjadi dalam diri sendiri itu merupakan salah satu ciri Cerdas secara Emosi lho.  Dengan menyadari emosi kita, kita bisa mengontrol emosi kita sendiri agar berekspresi sewajarnya. Dengan kita mengenal emosi kita, kita akan mampu menyadari tanda – tanda emosi yang dirasakan orang lain. Dengan begitu, kita akan memahami apa yang dibutuhkan orang lain. Asyik bukan ? Kita akan tepat sasaran dalam membantu teman, orang terdekat kita, dsb.
4.       Emosi adalah kacamata kita dalam memandang dunia
Salah satu bagian dalam film yang menarik adalah ketika Joy dan Sadness ngobrol mengenai memori terbaik bagi mereka masing - masing. Ketika mereka membicarakan satu memori, kejadian tersebut menjadi berbeda tergantung dari Joy atau sadness yang mengingatnya.