Minggu, 12 Oktober 2014

Kuatkan pundaknya, Mampukan dia yang terpilih

Terinspirasi dari sahabat - sahabat di luar sana yang mengabdikan diri untuk menjadi pemimpin

Dia yang menjadi pemimpin
Kita tidak tahu persis alasan apa yang mendasarinya untuk berkenan menjadi pemimpin
Entah karena keinginan sendiri hingga akhirnya mengajukan diri atau karena diminta orang lain
Kita tidak tahu
Yang jelas, peran yang disandangnya bukanlah suatu hal yang biasa
Belum tentu peran ini akan baik jadinya jika diperankan orang lain, tidak ada yang bisa menjamin pula akan lebih keren jika orang lain yang menyandang

Tujuannya nggak muluk - muluk, sekedar untuk menyejahterakan anggotanya
Tapi yang didapatnya, tak lain tak bukan cacian dari anggotanya
Dia yang berusaha untuk memenuhi keinginan anggota, kebutuhan mereka
Tapi selalu saja ada yang kurang

Usahanya untuk bisa merangkul anggota agar utuh sampai akhir dalam berjuang, ternyata tidak mudah
Sekedar konfirmasi kehadiran saja, mungkin hal yang membahagiakan baginya
Usahanya untuk selalu menampilkan perilaku yang menyenangkan, ceria, di depan umum, perlu diacungi jempol
Karena kita tidak tahu seberat apa beban dan amanah yang ditanggungnya

Memang langka mempunyai orang seperti dia yang itu, dia yang di sana, dan dia yang di ujung situ, dan dia lainnya

Kuatkan pundaknya dalam menanggung amanah yang diberikan
Mampukan dia di kala lelah menghadang, di saat - saat tersulitnya

"Amanah tidak salah dalam memilih pundaknya" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar