Tahukah kamu ?
Dulu saat aku mulai menginjak usia baligh, ada keinginan untuk bisa berjilbab. Tapi ada yang membuatku ragu, ibuku belum mengenakan jilbab. Lantas mengapa aku harus ragu dengan hal itu? Saat itu, aku merasa tidak enak hati, takut dibilang sok alim. Selain itu, ada hal lain yang mengganggu niatku untuk berjilbab. Aku takut kalau perilakuku tidak mencerminkan perempuan berjilbab yang solehah.
Tapi akhirnya, aku mengenakan jilbab
Tahukah kamu ?
Dulu saat aku sudah mengenakan jilbab dan baju yang tidak ketat, dengan bawahan rok. Tiba - tiba menginginkan bisa memakai pakaian yang up date, gaul, dan ingin mengenakan celana jeans seperti remaja kebanyakan. Aku membayangkan betapa bebasnya kalau mengenakan celana jeans saat itu.
Hingga akhirnya, aku membeli celana jeans dan memakainya. Sempat merasa senang, serasa bebas bergerak tetapi akhirnya rasa berdosa datang dengan sendirinya.
Akhirnya lagi, aku menyimpan celana jeans di lemari saja. Dan kembali mengenakan pakaian longgar, meski jilbabku tidak besar. Dan ketika sudah menikmatinya, ada keinginan untuk berjilbab syar'i yang menutup dada. Tetapi pada saat yang sama pula, timbul kegalauan. Takut nggak istiqomah, takut dibilang sok alim, dijauhin temen karena dipandang jaga jarak dengan orang2, dan banyak lagi.
Akhirnya, aku memutuskan mengenakan jilbab syar'i yang menutup dada meski belum besar sangat. Setelah berhasil mengenakan jilbab itu, kadang - kadang bahkan sering hati ini terbersit rasa bangga pada diri sendiri yang secara tidak langsung meremehkan orang lain. Masya Allah... Bahkan terkadang menginginkan perhatian dari orang lain. Seolah - olah ingin mengumumkan bahwa 'aku sekarang udah syar'i lho'. Astaghfirullah...
Tahukah kamu?
Dulu saat diberi uang saku yang pas - pasan, selalu berpikir lama untuk bersedekah, seolah- olah dengan memberikan sedekah akan menjadikanku miskin.
Kemudian, setelah mampu dengan mudah mengeluarkan uang untuk bersedekah, tiba - tiba muncul rasa bahwa 'aku sudah menjadi manusia yang baik', aku sudah berjasa dan memberi manfaat buat orang lain, apakah ini perasaan sombong ? Astaghfirullah...
Selalu ada celah bagi Syaithan untuk membisikkan kepada manusia agar manusia tidak mendapatkan apa - apa dari yang diperbuatnya kecuali dosa. Bahkan di saat manusia berbuat kebaikan pun, syaithan tetap membisikkan agar manusia menjadi sombong, angkuh, riya', dan lainnya.
Tapi manusia diberikan kesempatan untuk memilih di antara pilihan tersebut, manusia memang lemah, tetapi ada Allah tempat bergantung dan memohon kekuatan. Dia yang memberi kekuatan hingga akhirnya manusia bisa memilih pilihan yang benar. Dia yang memberikan izin kepada manusia hingga akhirnya kembali ke jalan yang lurus. Maka, berdoa dan berdoa, memohon kepada Allah agar selalu dikuatkan, diberikan petunjuk kemana harus melangkah.
Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar